Minggu, 11 Oktober 2009

"Tipe – Tipe Lembaga Kemasyarakatan"


 


 


 


 

Prepared by:

Roy Prabowo / 2007110747

Class:

MKT 11 - 03 C


 

Introduction to Sociology

Lecture : Mr. Sherman Zein, M.Si


 

The London School of Public Relations Jakarta

2009

Tipe – Tipe Lembaga Kemasyarakatan


 

  1. Crescive institutions dan enacted institutions merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga – lembaga paling primer merupakan lembaga – lembaga yang secara tak disengaja tumbug dari adat istiadat masyarakat. Contohnya adalah hak milik, perkawinan, agama. Enacted institutions dengan sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga – lembaga pendidikan, yang semuanya berakar pada kebiasaan – kebiasaan dalam masyarakat. Pengalaman melaksanakan kebiasaan – kebiasaan tersebut kemudian disistematisasi dan diatur untuk kemudian dituangkan ke dalam lembaga – lembaga yang disahkan oleh negara.
  2. Dari sudut sistem nilai – nilai yang diterima masyarakat, timbul klasifikasi atas basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia, misalnya keluarga, sekolah – sekolah, negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang dianggap kurang penting seperti misalnya kegiatan – kegiatan untuk rekreasi. Ukuran yang dipakai untuk menentukan suatu lembaga kemasyarakatan dianggap sebagai basic atau subsidiary berbeda di masing – masing masyarakat. Ukuran – ukuran tersebut juga tergantung dari masa hidup masyarakat tadi berlangsung. Misalnya sirkus pada zaman Romawi dan Yunani kuno dianggap sebagai basic institutions.
  3. Dari sudut penerimaan masyarakat dapat dibedakan approved atau social sanctioned institutions dengan unsanctioned institutions. Approved atau social sanctioned institutions merupakan lembaga – lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat, walau masyarakat kadang – kadang tidak berhasil memberantasnya. Misalnya kelompok penjahat, pemeras, pencoleng.
  4. Pembedaan antara general institutions dengan restricted institutions timbul apabila klasifikasi tersebut didasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya agama merupakan suatu general institutions, karena dikenal oleh hampir semua masyarakat dunia. Sementara itu, agama islam, protestan, katolik, buddha merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakat – masyarakat tertentu di dunia ini.
  5. Berdasarkan fungsinya, terdapat pembedaan antara operative instituions dan regulative institutions. Operative institutions berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola – pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misalnya lembaga industrialisasi. Regulative institutions, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata cara kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Suatu contoh adalah lembaga – lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar