Minggu, 11 Oktober 2009


 


 


 


 


 


 


 

Prepared by:

Roy Prabowo / 2007110747

Class: MKT 11 - 3C

Management Strategies

Lecture : Mr. Anthony Tampubolon


 


 

The London School of Public Relations Jakarta

2008


 

Mizone


 

PRODUCT INFORMATION

Company Profile

1973
PT AQUA Golden Mississippi didirikan sebagai pioner perusahaan air minum mineral pertama di Indonesia. Pabrik pertama didirikan di Bekasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini Aqua memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia

1974

Produksi pertama AQUA diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950ml dari pabrik di Bekasi. Harga per botol adalah Rp. 75,-

1984

Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan di Jawa Timur, sebagai upaya agar lebih mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut.

1985

Pengembangan produk AQUA dalam bentuk kemasan PET 220 ml. Pengembangan ini membuat produk AQUA menjadi lebih berkualitas dan lebih aman untuk dikonsumsi.

1993

Menyelenggarakan program AQUA Peduli (AQUA Cares), sebagai langkah pendauran ulang botol plastik AQUA menjadi materi plastik yang bisa dapat digunakan kembali.

1995

AQUA menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA dilakukan bersamaan. Hasil sistem in line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi., sehingga proses produksi menjadi lebih higienis.

1998

Penyatuan AQUA dan grup DANONE pada tanggal 4 September 1998. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang terbesar di Indonesia.

2000

Bertepatan dengan pergantian milenium, AQUA meluncurkan produk berlabel Danone-AQUA.

2001

DANONE meningkatkan kepemilikan saham di PT Tirta Investama dari 40 % menjadi 74 %, sehingga DANONE kemudian menjadi pemegang saham mayoritas AQUA Group.
AQUA menghadirkan kemasan botol kaca baru 380 ml pada 1 November 2001.

2002

Banjir besar yang melanda Jakarta pada awal tahun menggerakkan perusahaan untuk membantu masyarakat dan juga para karyawan AQUA sendiri yang terkena musibah tersebut. AQUA menang telak di ajang Indonesian Best Brand Award. Mulai diberlakukannya Kesepakatan Kerja Bersama [KKB 2002 - 2004] pada 1 Juni 2003. Perluasan kegiatan produksi AQUA Group ditindaklanjuti melalui peresmian pabrik baru di Klaten pada awal tahun. Upaya mengintegrasikan proses kerja perusahaan melalui penerapan SAP [System Application and Products for Data Processing] dan HRIS (Human Resources Information System)

2004

Peluncuran logo baru AQUA. AQUA menghadirkan kemurnian alam baik isi maupun penampilan luarnya. AQUA meluncurkan varian baru AQUA Splash of Fruit, jenis air dalam kemasan yang diberi esens rasa buah strawberry dan orange-mango. Peluncuran produk ini memperkuat posisi AQUA sebagai produsen minuman.

2005
DANONE membantu korban tsunami di Aceh. Pada tanggal 27 September AQUA memproduksi MIZONE, minuman bernutrisi yang merupakan produk dari DANONE. MIZONE hadir dengan dua rasa, orange lime dan passion fruit. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah dikenal di New Zealand, Australia, dan China.

About Mizone

Mizone merupakan minuman isotonic bernutrisi yang diluncurkan oleh PT Tirta Investama selaku induk perusahaan dari PT Danone Aqua Mississippi. Mizone diluncurkan pertama kali di Surabaya pada tanggal 27 September 2005 dan hadir dalam dua rasa yaitu Orange Lime dan Passion Fruit.

Dasar pengembangan produk Mizone di Indonesia ialah karena Indonesia termasuk dalam Negara yang memiliki iklim tropis. Tinggal di daerah yang beriklim tropis dengan aktivitas sehari-hari yang padat, sangat berpotensi dalam menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Padahal, kehilangan cairan sebesar 2% saja dapat menurunkan konsentrasi dan stamina tubuh kita. Menjawab kebutuhan tersebut, MIZONE hadir di Indonesia sebagai sebuah inovasi baru dalam kategori minuman ISOTONIK.

Dengan kandungan HYDROMAXX nya Mizone dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan mudah.
HYDROMAXX sendiri ialah formula khusus yang terkandung dalam Mizone yang terdiri atas bahan – bahan aktif, yaitu: Vitamin B1, B3, B6 and B12 untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi energy; Vitamin E sebagai anti-oksidan, untuk membantu menjaga sel dalam tubuh dan Elektrolit untuk mengantikan mineral yang hilang melalui keringat.


 

Target Market Mizone

Target Market : Menyasar semua kalangan umur dengan kelas social ekonomi A – D+, namun dalam kampanyenya lebih ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun.

Positioning : Mizone ialah "everyday restoration drink" yang mampu membantu memulihkan stamina dan konsentrasi akibat berkurangnya cairan tubuh.

Pesan : BE 100% WITH MIZONE

Jalur Distribusi : Memanfaatkan jalur distribusi Aqua yang penyebaran nya ke seluruh pelosok negeri sehingga Mizone lebih mudah didapatkan.


 

Strategi Pemasaran Minuman Isotonik Mizone

Marketing mix merupakan suatu alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan marketing dalam pasar target. Mizone sebagai pendatang baru minuman isotonik menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing mix (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif . Launching produk pada saat yang tepat, variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu mereduksi pangsa pasar market leader minuman isotonik (Pocari Sweat) sebesar 30% dan menempati urutan kedua market share kategori minuman isotonik.

Kinerja

Masuk ke pasar pada September 2005, dalam tempo setahun Mizone berhasil menempati posisi kedua dalam perolehan pangsa pasar minuman isotonik. Agresivitas Mizone berhasil meningkatkan awareness sekaligus melesatkan penjualannya sampai akhirnya Mizone terjegal kasus tidak mencantumkan kandungan bahan pengawet pada labelnya menjelang akhir tahun 2006. Mizone juga berhasil membuat market leader bereaksi. Pocari Sweat pada semester II 2006 menggenjot pemasarannya dengan menggelontorkan bujet promosi lebih besar. Menurut Sarchard Poeradisastra, Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Indonesia, Mizone berhasil menggerogoti sekitar 30% pangsa pasar Pocari Sweat.


 


  1. Produk (product)

    Mizone yang diproduksi oleh Danone Aqua merupakan kategori minuman isotonik bernutrisi. Diluncurkan pertama kali pada 27 September 2005 di Surabaya dengan rasa orange lime yang menyegarkan, rasa passion fruit yang memanjakan selera, dan pada Juni 2008 meluncurkan  varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional. Mengandung Hydromaxx yaitu : Vitamin B1, B3, B6, dan B12 untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi, Vitamin C, sebagai antioksidan untuk menjaga kahidupan sel dalam tubuh, dan elektrolit untuk menggantikan mineral yang hilang akibat pengeluaran keringat. Bahan dasar Mizone menggunakan air mineral Aqua dan sari buah alami melalui proses kristalisasi. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah terkenal di Australia, New Zealand, dan China. Tidak seperti kebanyakan pendatang baru di pasar isotonik yang bermain di kemasan kaleng, Mizone menjadi penantang pertama Pocari Sweat yang masuk dalam kemasan botol plastik PET berwarna biru. Keputusan yang cerdik karena dengan kemasan botol PET, Danone bisa membidik segmen konsumen yang lebih luas, yaitu konsumen air mineral dalam kemasan botol yang jumlahnya sangat besar. Resep sederhana bagi kesuksesan Mizone ialah: taste adaption + spreading + availability + affordable price.

  2. Harga (Price)

    Dari segi harga, Mizone sangat kompetitif sekitar Rp 2.500 untuk isi 500 mL, jika dibandingkan dengan isotonik dalam kemasan kaleng yang yang harganya sekitar Rp 3.300 untuk isi 330 ml.


  3. Distribusi (Place)

    Distribusi Mizone berorientasi nasional menggunakan jalur distribusi Aqua yang sangat luas, kuat di pasar tradisional (mudah dijumpai di warung dan toko-toko yang menjual produk Aqua). Sampai ada suatu istilah di kalangan distributor "di mana ada Aqua, disitu ada Mizone". Kehadiran Mizone berhasil memanfaatkan distribusi Aqua yang sudah solid serta hubungan yang telah terbina baik dengan para distributor. Mizone sukses karena memiliki keunggulan value for money bagi pelanggan serta didukung tingkat ketersediaan yang sangat bagus. Di level distributor dan agen, Mizone melakukan penjualan secara bundling dengan Aqua.

  4. Promosi (Promotion)

    Target pasar Mizone adalah semua  kalangan umur, namun dalam kampanyenya lebih ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivtas yang dinamis.  Mizone melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TV), radio, media cetak, dan media luar ruang. Belanja iklan Mizone sepanjang 2006 paling besar dibandingkan kompetitornya, yaitu sebesar 46,1 milyar. Pada Agustus 2006, Mizone mengadakan sampling road show di beberapa kota besar pada pusat keramaian. Mizone memasuki sekolah dengan membuat iklan dan pembuatan logo Mizone pada lapangan olahraga (lapangan basket) serta di white board SMA ternama di beberapa kota besar.

    Momen puasa (November 2006) menjadi peluang Mizone dalam mempromosikan produknya. Mizone melakukan berbagai variasi program baik di radio, games pada pusat keramaian, dan 2 iklan komersial di TV. Program "It's Mizone Time" pada beberapa stasiun radio di Jakarta, Surabaya dan Bandung yang menawarkan kuis yang menarik serta penerbitan buletin dengan tema yang unik bertajuk "Recharge your Body during Fasting Month" yang tersebar di beberapa supermarket/ mall, masjid, kampus, dan kantor memperkenalkan Mizone pada masyarakat luas.

    Memasuki tahun 2008, strategi pemasaran Mizone diarahkan untuk mengomunikasikan benefit produk. Dari sisi kreatif, Mizone berusaha keluar dengan kampanye berupa testimonial yang disebut "Tantangan Mizone Jadi 100% Kamu". Konsumen dipiih secara acak untuk minum Mizone selama 8 hari. Kemudian, merekam aktivitas minimal 5 menit setiap hari setelah minum Mizone. Dari event itu, Mizone berhasil membuat 12 versi iklan dengan 3 konsumen berbeda. Langkah ini mampu meningkatkan interaktivitas dan customer engangement antara konsumen dengan Mizone.  Memasuki Juni 2008, Mizone tetap fokus untuk mengomunikasikan benefit-nya. Kali ini, dengan menggunakan karakter animasi untuk memvisualisasikan tiga aspek benefit produknya: mibody (stamina), mimind (konsentrasi), dan mimood (semangat).

    Mizone melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TVC), radio, media cetak, dan media luar ruang. Dilihat dari belanja iklannya, Mizone tergolong paling agresif dibanding produk istonik lainnya seperti Powerade dan ProSweat. Menurut data Nielsen Media Research, tahun 2006 Mizone membelanjakan bujet iklan sebesar Rp 46,099 miliar, sementara Powerade Rp 34,095 miliar, dan ProSweat Rp 20,521 miliar (ad spend tersebut dihitung berdasarkan rate card media, tidak termasuk diskon atau tarif paket). Nielsen Media mencatat pada 2008 belanja iklan produk ini mencapai Rp 105,5 miliar. Angka ini turun tipis dibanding belanja iklan di tahun 2007 sebesar Rp 119,3 miliar. Bandingkan dengan Pocari, yang tahun lalu hanya Rp 46,73 miliar, Vitazone Rp 29,14 miliar (turun dari tahun 2007 yang sebesar Rp 33,46 miliar), serta Powerade yang tahun 2008 belanja iklannya Rp 32,82 miliar (juga turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 53,86 miliar).


     


 


 


 


 


 


 


 


 

CASE STUDY

Penyerangan produk kompetitor terhadap Mizone karena tidak mencantumkan salah satu kandungan bahan pengawet (Natrium benzoat) dihadapi dengan langkah marketing yang strategis. Saat itu, beredar isu bahwa kandungan bahan pengawet dalam Mizone membahayakan kesehatan (menyebabkan penyakit lupus) . Sampai-sampai produk kompetitor menayangkan  iklan yang berisi pernyataan "Minuman kesehatan kok mengandung bahan pengawet yang membahayakan kesehatan?".   Padahal tidak demikian kenyataannya. Kadar aman menurut Permenkes No. 722/Menkes/IX/88 adalah natrium benzoat 600 mg/liter, dan kalium sorbat 1.000 mg/liter. Sementara kandungan kedua jenis bahan pengawet tersebut pada produk Mizone jauh di bawahnya, yaitu masing-masing 100 mg/liter. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dengan produk. Hanya pada labelnya yang kurang jelas sehingga produknya masih aman untuk dikonsumsi.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Upaya Mizone Menggapai Second Wind

Senin, 07 Juli 2008

Oleh : Taufik Hidayat

Akibat isu tak sedap, penjualan Mizone yang tengah meroket langsung terjungkal. Kini, Mizone berupaya bangkit kembali dengan lebih memberdayakan konsumennya. Sukseskah langkah yang ditempuhnya?

Menjelang tutup tahun 2006, tiba-tiba awan hitam menggelayut di PT Tirta Investama (TI). Perusahaan yang melegenda berkat kepeloporannya di kategori produk air minum dalam kemasan di Tanah Air ini dipaksa menarik produk yang belum lama mereka luncurkan, Mizone. Produk yang bermain di kategori minuman isotonik ini dianggap menyalahi aturan karena tidak mencantumkan salah satu bahan pengawet yang digunakannya pada label kemasan produknya.

Penarikan Mizone dari pasaran mengundang berbagai kontroversi. Ada yang menyebut bahwa isu tersebut sengaja dibesar-besarkan oleh kompetitornya. Maklumlah, sejak diluncurkan pada akhir 2005, penjualan Mizone terus meroket. Bahkan, produk ini juga berhasil menambah akselerasi pertumbuhan kategori minuman isotonik yang kala itu tengah mengalami pertumbuhan yang sangat baik.

Namun, terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, Direktur Pemasaran Mizone, Danone Aqua TI, Yohanes Pauly, mengakui adanya faktor human error dalam pembuatan label pada kemasan Mizone. Dia menjelaskan, kadar aman menurut Permenkes No. 722/Menkes/IX/88 adalah natrium benzoat 600 mg/liter, dan kalium sorbat 1.000 mg/liter. Sementara kandungan kedua jenis bahan pengawet tersebut pada produk Mizone jauh di bawahnya, yaitu masing-masing 100 mg/liter. "Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dengan produk. Hanya pada labelnya yang kurang jelas. Tetapi, produknya dijamin aman untuk dikonsumsi," ujar Pauly menegaskan.

Apa pun alasannya, nasi sudah menjadi bubur. TI harus melaksanakan kewajibannya menarik produk dari pasaran. Kendati dibutuhkan usaha luar biasa besar, karena distribusi produk ini sudah sangat meluas ke seluruh Indonesia, TI mencoba konsekuen. Tak sampai satu bulan, peredaran Mizone berhasil dihentikan.

Berhentikah Mizone beroperasi? Jelas tidak!. Menurut Pauly, sejak hadir di pasaran, Mizone menawarkan sesuatu yang baru. Produk ini merupakan minuman isotonik pertama yang memosisikan diri sebagai "everyday restoration drink". "Produk ini memang bukan untuk pengobatan, tapi sangat baik untuk kesehatan, karena mengandung banyak vitamin," ujarnya. Sehingga, Mizone tidak memosisikan dirinya sebagai produk farmasi. Ia pun sengaja menggunakan flavor buah sebagai varian rasa.

Menurut mantan manajer merek PT Unilever Indonesia ini, sebagai produk minuman isotonik yang datang belakangan, Mizone memang harus menawarkan sesuatu yang berbeda. Mengapa? "Agar konsumen dengan cepat mengenalinya," Pauly menandaskan. Maka, selain menawarkan rasa dalam produknya, Mizone juga tampil dengan kemasan yang berbeda, yaitu dengan menggunakan kemasan berwarna biru dengan bentuk yang inovatif. "Kami adalah yang pertama yang menggunakan kemasan warna biru," ujarnya lagi.

Selain dari sisi kemasan, Mizone juga menawarkan harga jual terjangkau, yaitu Rp 2.500/botol. Pauly mengatakan, dengan harga sebesar itu, value Mizone menjadi lebih tinggi. Strategi harga ini memang sengaja diambil untuk memberikan pilihan yang lebih beragam kepada konsumen.

Dengan berbagai keunggulannya itu, penjualan Mizone langsung meroket. Pauly mengatakan, sejak kehadiran Mizone, pasar isotonik yang tumbuh secara gradual sejak 10 tahun lalu, mendadak menjadi 400%. Mizone sendiri langsung meraih pangsa pasar yang cukup besar. "Pada saat peluncurannya, Mizone menciptakan hasil sangat fenomenal," ungkapnya tanpa bersedia merinci lebih lanjut.

Pauly menyebutkan, Mizone ingin terus menjadi leading brand yang tidak hanya memperbesar pasar isotonik, tapi juga menjadi inovatif brand dan tidak membatasi diri dalam kategori isotonik. "Kami ingin dilihat sebagai everyday restoration drink."

Dia mengatakan, selain produk, faktor lain yang membuat Mizone dengan cepat diterima pasar adalah edukasi yang dilakukan TI. Setelah meluncurkan produk, TI sangat gencar menjalankan komunikasi lini atas, khususnya di televisi. Berdasarkan pantauan Nielsen Media Research, belanja iklan Mizone sepanjang 2006 tergolong yang terbesar di kategorinya, yaitu Rp 46,1 miliar.

Faktor lain, Mizone adalah produk Danone Aqua yang dikenal sangat kuat dalam hal distribusi. Hal ini, menurut Pauly, juga menjadi faktor penentu sehingga Mizone menjadi meteoric brand, karena sebagian besar distribusi Mizone disertakan bersama produk AMDK Aqua. "Distribusi yang dalam dan merata merupakan salah satu keuntungan yang kami miliki," ujarnya.

Menurut pengamat pemasaran yang juga konsultan OctoBrand, Sumardy, total offering Mizone merupakan value-for-money product yang memiliki sisi kepraktisan dibandingkan produk isotonik yang ada saat ini. Dengan kemasan botol yang menawarkan volume lebih banyak dan juga praktis karena masih bisa dibawa kemana-mana tentunya memberikan nilai tambah bagi pelanggan "Selain itu, taste yang ditawarkan Mizone juga cukup friendly bagi pelanggan, cukup berbeda dengan taste yang dimiliki minuman isotonik lainnya," ujarnya.

Sumardy berpendapat, salah satu faktor yang membuat Mizone dengan cepat meroket adalah produk ini masuk pada saat yang tepat. Pasar telah teredukasi dengan baik tentang produk-produk health drink sehingga tidak perlu menghabiskan biaya pemasaran terlalu banyak untuk mengedukasi pelanggan.

Sayang, ketika sedang mengalami pertumbuhan yang sangat fantastis, Mizone harus berhubungan dengan isu bahwa produk ini dapat menimbulkan penyakit lupus. Ini jelas pukulan telak bagi TI. Apalagi pada saat yang bersamaan, beberapa produk baru mulai masuk ke kategori minuman isotinik ini. Dan ini pun berdampak terhadap penjualan Mizone. "Memang saat itu kami mengalami penurunan penjualan," ujar Pauly mengakui.

Tak mau tenggelam dalam masalah, Pauly mengatakan, guna menetralisasi pasar, TI pun menggelar berbagai aktivitas yang sifatnya mengedukasi pasar tentang kondisi yang sebenarnya terjadi pada Mizone. "Kami berusaha menyampaikan informasi yang benar," ujarnya. Setelah itu, TI pun meluncurkan varian baru untuk melengkapi dua varian yang sudah meluncur sebelumnya. "Ini untuk membuktikan bahwa Mizone adalah brand yang tetap hidup, aktif dan inovatif."

Sumardy menyebutkan, apa yang dialami Mizone sebenarnya juga dialami banyak produk lain. Indonesia adalah negara yang senang "menerima" rumor dengan cepat dan biasanya rumor itu lebih gampang tersebar, disukai media, dan dicintai pelanggan. Sehingga, rumor yang menimpa sebuah produk dengan gampang menjadi berita yang berkembang tanpa diketahui tingkat kebenarannya "Jadi, sebenarnya bukan kesalahan Mizone, tapi merupakan faktor makro dari industri dan pasar yang memang di luar kendali brand yang bersangkutan yang pada akhirnya dapat memengaruhi image merek yang sedang diisukan," katanya.

Yang dialami Mizone, menurut Sumardy, jauh lebih ringan, karena pada dasarnya produk ini tidak bermasalah. Hanya saja, karena rumor sudah berkembang, memang sulit dihentikan. "Bad news is good news," ujarnya.

Dia mengatakan, langkah recovery yang dilakukan Mizone sudah cukup bagus dengan langsung menarik produk dan menggantinya dengan produk yang telah direvisi. Dengan kata lain, Mizone tidak membiarkan produknya kosong di pasar dan tetap mempertahankan availability dan juga terlihat menghindari perdebatan. "Memang seharusnya isu tersebut tidak terus dilawan, karena akan semakin berkembang."

Ungkapan Sumardy boleh jadi benar. Pasalnya, jika kontroversi ini terus berlanjut, isu pun akan semakin kencang berembus. Hal ini seperti disadari betul oleh TI. Karena itu, TI tidak memberikan perlawanan berarti ketika isu tersebut berembus kuat. Bahkan, ketika ada pemain lain yang mengambil keuntungan dari kejadian tersebut, TI pun tidak bereaksi berlebihan.

Terbukti, kepercayaan konsumen terhadap Mizone tidak sepenuhnya luntur. Walau sempat mengalami masa sulit, dengan cepat Mizone bisa melakukan recovery. "Awalnya, sempat ragu juga untuk minum Mizone lagi, tapi ternyata memang tidak ada masalah dengan produknya," ujar Ronny, konsumen yang mengaku sangat menyukai rasa lemon yang ditawarkan Mizone.

Ronny menuturkan, selain rasa, harga yang ditawarkan Mizone juga menjadi salah satu pertimbangannya memilih produk ini. Pasalnya, harga jual Mizone terpaut cukup signifikan dengan produk pesaingnya.

Selesai dengan permasalahan isu bahan pengawet, TI kembali menambah akselerasi Mizone. Pauly mengatakan, memasuki tahun 2008, strategi pemasaran Mizone diarahkan untuk mengomunikasikan benefit produk. Dari sisi kreatif, Mizone berusaha keluar dengan kampanye berupa testimonial yang disebut Tantangan Mizone Jadi 100% Kamu. Lewat kampanye ini, Mizone menantang semua target pasarnya untuk minum Mizone selama 8 hari dan merasakan manfaat menjadi 100% kamu.

Berbeda dari iklan testimonial lainnya, TI berinovasi dengan memberikan kamera video kepada konsumen yang terjaring secara acak. Mereka diminta merekam apa yang mereka rasakan setelah minum Mizone selama 8 hari. "Setiap hari mereka diminta merekam selama lima menit, kapan pun di mana pun," ujar Pauly.

Hasil rekaman tersebutlah yang kemudian dijadikan sebagai materi iklan yang ditayangkan di televisi. Lewat program ini, TI berhasil membuat 12 versi iklan dari tiga konsumen yang berbeda. "Dari sudut pandang periklanan, mungkin iklan tersebut jelek, karena banyak rekaman yang goyang. Tapi kami melihat unsur orisinalitasnya. Itu realitas yang ada pada konsumen."

Menurut Sumardy, aktivitas ini tergolong kreatif dan penuh terobosan. Ini merupakan usaha Mizone untuk menutupi kelemahan yang sering dialami sebuah iklan di mana konsumen hanya bersifat pasif dan tidak terjadi interaktivitas. Iklan testimoni akan lebih meningkatkan kredibilitas produk dan interaktivitas dengan pelanggan. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap iklan dan kelebihan yang ditawarkan Mizone. "Ini lebih merupakan bagian untuk meningkatkan consumer engagement dengan brand karena pelanggan terlibat dalam proses penceritaan iklan Mizone," ujarnya.

Selain iklan testimonial, Mizone juga rajin menggelar aktivasi di berbagai pusat keramaian. Caranya, dengan mengajak konsumen mengecek apakah mereka sudah jadi 100% dari diri mereka sendiri, yaitu dengan menggunakan game yang memang dibuat secara khusus. "Kami berusaha menerapkan 360 degrees integrated marketing activities untuk Tantangan Mizone Jadi 100% Kamu," kata Pauly.

Tak berhenti sampai di situ, TI pun merombak struktur organisasinya. Pauly yang awalnya menduduki posisi Direktur Pemasaran-Pengembangan Produk Baru ditugaskan sebagai Direktur Pemasaran Mizone. Ini tak lain agar ia lebih fokus untuk mengembangkan merek ini, karena dianggap punya potensi yang sangat besar.

Langkah ini tergolong tepat. Pertumbuhan penjualan Mizone telah kembali ke jalur yang benar. Bahkan, Pauly mengklaim penjualan Mizone sejak beberapa bulan lalu jauh lebih baik ketimbang sebelum beredar isu bahan pengawet. "Kategori ini terus tumbuh. Dan kami berhasil meraih pertumbuhan jauh di atas pertumbuhan kategori," ujanya tanpa bersedia berbicara soal angka.

Pauly mengatakan, pihaknya banyak belajar dari konsumen, baik melalui riset konsumen maupun testimoni. Memasuki Juni 2008, Mizone tetap fokus untuk mengomunikasikan benefit-nya. Kali ini, dengan menggunakan karakter animasi buat memvisualkan tiga aspek benefit produknya: mibody (stamina), mimind (konsentrasi), dan mimood (semangat). "Tiga benefit tersebut merupakan apa yang dirasakan konsumen dari produk ini, sesuai dengan hasil riset yang kami lakukan," ungkapnya.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Mizone Ditarik, Tapi Aman Dikonsumsi

Jakarta, KCM - PT Tirta Investama tetap menarik minuman isotonik Mizone dari pasaran karena kekuranglengkapan informasi pada label kemasan. Namun konsumen tak perlu cemas, karena minuman ini tetap aman dikonsumsi.

Dalam keterangan kepada pers di sebuah hotel Jakarta, Rabu (6/12),  PT Tirta Investama melalui Marketing Director, Didi Nugrahadi menyesalkan terjadinya kesalahan prosedur dalam pencantuman nama bahan pengawet pada label kemasan minuman isotonik tersebut.

PT Titra Investama juga membantah isu yang beredar luas di masyarakat bahwa produk Mizone ditarik karena berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan penyakit lupus. "Informasi yang menyatakan produk Mizone ditarik karena berbahaya bagi kesehatan adalah tak benar dan menyesatkan konsumen. Penarikan ini dilakukan karena adanya kesalahan dalam pencantuman label, di mana hanya tertera satu dari 2 nama bahan pengawet yang dipergunakan. Kami menyesalkan terjadinya misinformasi soal produk ini, tetapi kami tidak memiliki maksud-maksud tertentu apalagi untuk melakukan kebohongan publik," ungkap Didi Nugrahadi.

Didi mengakui, label kemasan Mizone memang hanya mencantumkan satu nama bahan pengawet, yakni Kalium Sorbat dengan konsentrasi 100 mg/liter. Sedangkan bahan pengawet lainnya, Natrium Benzoat (100 mg/liter), tidak terdapat pada label kemasan. "Kami saat ini tengah melakukan penelitian secara internal mengapa hal ini bisa terjadi. Prosesnya memang belum selesai, jadi kami tak bisa menjelaskannya sekarang. Namun yang pasti kami akan melakukannya dengan hati-hati," tambah Didi.

Label kemasan baru lebih lengkap

Didi menerangkan pula bahwa sesuai dengan ketentuan  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), produk Mizone tetap ditarik dari pasaran. Penarikan ini diharapkan akan tuntas pada 12 Desember mendatang.  Selanjutnya, PT Titra Investama akan memasarkan Mizone dengan label kemasan baru yang lebih lengkap.

"Proses penarikan ini akan berjalan secara simultan. Kami saat ini  memiliki 30 depo,  50 distributor dan sekitar 1 juta pengecer yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun konsumen tak perlu khawatir karena meskipun Mizone dengan label lama masih beredar, produk ini tetap aman dikonsumsi," katanya.

"Kami juga telah memperoleh persetujuan dari BPOM untuk pencantuman label yang baru.  Mizone dengan kemasan baru sudah diproduksi dan dapat diperoleh konsumen paling lambat minggu depan," ungkapnya lagi.

Alami kerugian

Pemberitaan miring tentang Mizone memang sempat merebak dalam dua pekan terakhir. Informasi awal di antaranya disampaikan oleh KOMBET (Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet) yang menyatakan bahwa bahan pengawet Kalium Sorbat dan Natrium Benzoat berbahaya untuk digunakan dalam produk minuman isotonik.

Informasi ini menurut Didi bertolak belakang dengan keputusan BPOM yang sudah sejak lama menetapkan dua bahan pengawet ini sebagai zat yang aman untuk kesehatan melalui peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/Menkes/IX/88.

Didi menerangkan pihaknya mengalami kerugian besar akibat beredarnya isu tersebut.  Kerugian ini tidak hanya dialami oleh produsen namun juga di tingkat pengecer. "Banyak pihak yang dirugikan oleh isu tak benar ini. Namun kerugian terbesar buat kami adalah rusaknya nama baik Mizone. Penurunan angka penjualan pasti ada, tapi kami belum memiliki datanya. Kami mendapat informasi dari pedangan asongan, biasanya mereka bisa menjual hingga 3 dus sehari, kini hanya bisa menjual hingga setengahnya saja," terang Didi.


 


 


 


 


 


 


 

Mizone Ditarik dari Pasaran, Label Diganti

Jakarta - PT Tirta Investama selaku produsen minuman Mizone mengaku hanya mencantumkan 1 dari 2 bahan pengawet dalam label kemasaan. Produk Mizone pun akan ditarik dari pasaran. "Kita akan menarik produk kita sesuai dengan tenggang waktu yang disesuaikan BPOM. Kita akan ganti labelnya dan akan mencantumkan dua bahan pengawet di produk itu," kata Direktur Marketing PT Tirta Investama Didi Nugrahadi dalam jumpa pers di Hotel Shangri-La, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2006). Menurut dia, penarikan membutuhkan waktu lama. "Sebab kita punya 30 depo, 50 distributor dan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Jadi kalau misalkan masyarakat menemukan produk itu dengan label lama setelah tenggang waktu 12 Desember, diminum saja itu aman," ujarnya. Didi membantah bahan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit lupus. "Tidak ada satu pun uji klinis yang membuktikan itu. Untuk kadar aman menurut Permenkes nomor 722/Menkes/IX/88 natrium benzoat 600 miligram per liter, dan kalium sorbat 1000 miligram per liter. Di produk kita natrium benzoat dan kalium sorbat masing-masing 100 miligram per liter," terang Didi. Dikatakan Didi, ada indikasi persaingan bisnis yang tidak sehat dengan munculnya iklan yang mengatakan dua jenis pengawet itu berbahaya. Namun Didi menolak merinci iklan yang dimaksudnya. Mizone merupakan salah satu minuman yang hanya mencantumkan 1 dari 2 bahan pengawet yang digunakan dalam produknya. Dalam label hanya dicantumkan bahan pengawet Kalium Sorbat. Padahal Mizone juga menggunakan bahan pengawet natrium benzoat. Mencium hal itu, BPOM meminta produk Mizone ditarik dari pasaran dalam tempo 2 minggu sejak 28 November hingga 12 Desember. Labelnya pun harus diganti.


 


 


 


 


 


 

Produk Mizone Mulai Ditarik dari Pasaran

JAKARTA--MIOL: Produsen Mizone mulai menarik produk minuman mereka dari pasaran untuk menggantinya dengan kemasan baru. Kemasan baru akan menyebutkan kandungan bahan pengawet Kalium Sorbat dan Natrium Benzoat dalam minuman itu.

Hal itu menyusul pernyataan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) yang menyebutkan produk minuman tersebut melanggar ketentuan pelabelan. Sebab, komposisi bahan kandungan yang tertera di label produk tidak sesuai dengan yang disebutkan saat mengajukan izin peredaran.

"Saat ini, pihak distributor dan pemasaran kami di seluruh Indonesia sudah melakukan hal ini (penarikan produk). Namun seandainya masih ditemui produk-produk minuman Mizone, kami jamin produk itu aman untuk dikonsumsi," kata Marketing Director PT Tirta Investama (produsen produk minuman Mizone) Didi Nugrahadi di Jakarta, Rabu (6/12).

Itu sesuai dengan surat edaran Badan POM yang menyebutkan, Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat merupakan bahan tambahan pengawet yang diizinkan digunakan dalam makanan dan minuman, serta aman dikonsumsi apabila digunakan sesuai dengan aturan penggunaan.

Didi melanjutkan, tidak dicantumkannya kandungan Natrium Benzoat pada kemasan lama bukan sebagai bentuk pembohongan publik dari produsen. Pihaknya pun menyesali dan akan melakukan penelitian secara intensif terkait tidak dicantumkannya kandungan itu dalam labelisasi kemasan lama.


 

Menyesatkan

Terkait dengan kandungan pada Mizone kemasan baru, Didi mengatakan tetap akan menggunakan kedua bahan pengawet tersebut. Sebab, pengujian Badan POM membuktikan bahwa kedua bahan pengawet itu aman untuk kesehatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 722/Menkes/IX/1988.

"Bahkan, kedua bahan pengawet tersebut telah digunakan secara luas dalam berbagai produk makanan dan minuman di Indonesia maupun mancanegara, sejak 50 tahun yang lalu," jelas Didi.

Karena itu, dia menyesali merebaknya informasi dan iklan yang menyesatkan masyarakat tentang bahan pengawet Kalium Sorbat dan Natrium Benzoat yang menyebutkan kandungan kedua bahan pengawet tersebut dapat membahayakan kesehatan.

Selain itu, pernyataan dan iklan tersebut tidak didukung dengan bukti ilmiah, yang mengklaim Kalium Sorbat dan Natrium Benzoat adalah berbahaya dan menyebabkan penyakit lupus.

"Ini sama sekali tidak benar, tidak bertanggung jawab dan tidak didukung bukti-bukti ilmiah sehingga menyesatkan konsumen," ujar Didi.

Ia juga membantah adanya penarikan produk minuman Mizone karena produknya berbahaya. "Ini tidak benar, karena Badan POM meminta kepada kami untuk mengganti label kemasan lama dengan label kemasan baru."

Dari Bandung, Jawa Barat (Jabar), diberitakan, lima produk minuman ringan yang diminta Badan POM untuk ditarik dari pasaran, yaitu Mizone, Zporto, Jungle Juice, Mogu-Mogu, dan Zestea masih dijual bebas di sana.

"Masih banyak dijual bebas, dan belum terlihat produsen menarik lima merek minuman ringan itu. Seharusnya, produsen mulai bertahap menarik produknya, dan tidak harus menunggu batas akhir sepekan mendatang," kata Kepala Balai Besar POM Bandung, Djoko Sunarjo.

Sementara itu, Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat, Hendri Hendarta, menjanjikan dalam dua hari ke depan seluruh produk lima merek minuman tidak akan ditemui lagi dijual di supermarket. Para pengusaha supermarket sudah berinisiatif untuk melakukannya sendiri.

"Seluruh produk akan dikembalikan ke produsen. Kita sudah sepakat, tidak menjual produk yang dilarang," tandasnya.


 


 


 


 


 


 


 

Langkah – langkah Yang Ditempuh Oleh Mizone Untuk Mengembalikan Image Produknya

Langkah recovery yang dilakukan Mizone cukup strategis dengan langsung menarik produk dan menggantinya dengan produk yang telah direvisi. Dengan kata lain, Mizone tidak membiarkan produknya kosong di pasar dan tetap mempertahankan availability dan juga terlihat menghindari perdebatan akibat munculnya isu yang tidak benar. Isu negatif yang melanda Mizone tidak terus dilawan, tapi disikapi dengan tindakan yang dapat mengembalikan trust konsumen. Komunikasi pemasaran yang dilakukan Mizone semakin gencar dengan memberi  edukasi konsumen melalui media TV, koran, maupun sponsorship. Sehingga tahun 2006 Mizone membelanjakan 64,1 M (terbesar dibandingkan produk minuman isotonik lainnya saat itu) untuk  kampanye produknya (Hidayat, 2008). Strategi yang dilakukan Mizone berhasil sehingga pada tahun yang sama dapat mengembalikan image produk pada jalur yang sesuai. Bahkan pada Juni 2008 Mizone meluncurkan  varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional.. Selesai dengan isu bahan pengawet, pada tahun 2008, promosi Mizone diarahkan pada pendekatan interaktif terhadap konsumen melalui pogram "Tantangan Mizone jadi 100% Kamu" dan karakter animasi mibody (stamina), mimind (konsentrasi), dan mimood (semangat) yang mencerminkan sisi manfaat mengkonsumsi Mizone. Bahkan saat ini mizone berupaya memposisikan produknya sebagai "everyday restoration drink", artinya minuman yang baik dikonsumsi setiap hari untuk kesehatan. Langkah promosi Mizone inilah yang menjadikan produknya kembali menjadi pilihan konsumen.


 


 


 


 


 


 


 

MEDIA RELATIONS-MIZONE


 

Latar Belakang

Pada waktu sebelumnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan pertemuan dengan Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet (Kombet) untuk membahas mengenai minuman yang diduga mengandung bahan minuman yang memiliki komposisi yang tidak sesuai dengan bahan yang telah didaftarkan ke BPOM itu sendiri dan dianggap berbahaya bagi kesehatan masyarakat jika dikonsumsi secara terus menerus. Menurut pihak Kombet beberapa jenis minuman telah melanggar ketentuan pelabelan serta pencantuman kandungan bahan pengawet Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat. Oleh karena itu untuk menindaklanjuti hal ini, pihak BPOM mengadakan uji tes akan bahan kandungan dalam produk minuman. Uji tes telah dilakukan pada sembilan jenis minuman dari bebrapa kategori seperti minuman isotonik (pengganti cairan tubuh), jus, teh/kopi, dan tasted beverage berpengawet. Produk minuman yang dimaksud adalah Mizone, Zporto, Mogu-mogu, Jungle Jus, Zestea, Boyzone, Zegar Isotonik, Kopi Kap, dan Jolly Cool. Dari sembilan produk di atas, hanya lima produk yang akan dilakukan penarikan dari pasar, penggantian label, atau pemusnahan. Kelima produk itu adalah Mizone, Zporto, Mogu-mogu, Jungle Jus dan Zestea. Sedangkan keempat lainnya tidak ditindaklanjuti karena tidak terdaftar dalam database BPOM.
Berikut ini akan lebih dibahas secara rinci mengenai minuman Mizone. Seperti yang kita ketahui minuman Mizone mengalami suatu kasus yang menyebabkan produk tersebut ditarik dari pasaran karena diduga mengandung bahan pengawet yang berbahaya beberapa pihak. Kasus yang terjadi adalah karena perusahaan hanya mencantumkan satu dari dua bahan pengawet yang digunakan dalam produknya. Menurut pernyataan dari pihak BPOM yang menyebabkan produk minuman tersebut melanggar ketentuan perlabelan. Sebab, komposisi bahan kandungan yang tertera di label produk tidak sesuai dengan yang disebutkan saat mengajukan izin peredaran. Dalam label hanya dicantumkan bahan pengawet Kalium Sorbat. Padahal Mizone juga menggunakan bahan pengawet Natrium Benzoat yang menurut beberapa pihak bahan tersebut dapat menyebabkan penyakit lupus. Sedangkan sebanyak 64,8 persen masyarakat itu sendiri tidak tahu jenis bahan pengawet seperti natrium benzoat.
Dalam menindaklanjuti kasus ini, pihak BPOM meminta produk Mizone ditarik dari pasaran dan labelnya pun harus diganti untuk merubah image buruk yang sudah terbentuk dalam benak masyarakat luas.Pada kenyataanya produk minuman Isotonik yang kami produksi yaitu Mizone,tidak menyebabkan penyakit Lupus seperti yang selama ini gencar diberitakan media.Hal tersebut juga kami buktikan dengan adanya surat Edaran dari Kepala BPOM yang akan kami sampaikan saat Press Conference.

Kami akan segera menarik produk kami sesuai dengan tenggang waktu yang disesuaikan BPOM. Kita akan ganti labelnya dan akan mencantumkan dua bahan pengawet di produk itu.

Tujuan
Untuk menjernihkan kesalahpahaman yang terjadi dalam masyarakat yaitu mizone sebagai penyebab penyakit lupus, kami dari pihak Mizone ingin memperbaiki image PT. Tirta Investama yang turun akibat masalah ini. Selain itu juga kami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap produk kami dan meningkatkan angka penjualan kami yang sempat menurun akibat masalah ini.

Strategi Media Relation

Press Release

Ditujukan kepada masyarakat yang akan dimuat pada media-media. Kami juga akan memberikan press release ini kepada wartawan-wartawan yang akan diundang. Dalam press release ini kami akan memuat pernyataan dalam Permenkes No. 722/Menkes/IX/88 adalah natrium benzoat 600 mg/liter, dan kalium sorbat 1.000 mg/liter. Sementara kandungan kedua jenis bahan pengawet tersebut pada produk Mizone jauh di bawahnya, yaitu masing-masing 100 mg/liter.

Press Conference

Kami mengadakan press conference ini dengan tujuan agar dapat mengklarifikasikan masalah mengenai Mizone yang telah beredar di dalam masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa rumor yang beredar itu tidak benar. Rumor itu hanya isu belaka yang ingin menjatuhkan perusahaan kami.

Press Gathering

Kami membangun relasi dengan beberapa media massa dengan melakukan kegiatan rekreasi bersama beserta keluarga mereka di beberapa tempat rekreasi. Ini ditujuan agar perusahaan kami dapat menjalin relasi yang baik dengan pihak pers sehingga jika di kemudian hari nanti ada isu yang kurang baik tentang perusahaan kami, mereka akan membantu kami untuk mengatasi isu itu dengan mencari tahu yang sebenarnya.

Press Visit

Kami mengundang wartawan dari beberapa media untuk datang mengunjungi pabrik kami untuk melihat secara langsung proses pembuatan minuman Mizone. Selain itu juga disini kami memberikan minumanMizone kepada tiap wartawan.

Press Release

BERITA DARI PT TIRTA INVESTAMA

PRESS RELEASE

MIZONE AMAN DIKONSUMSI

PT.Tirta Investama telah meproduksi minuman Isotonik,Mizone yang memiliki aneka rasa sejak tahun 2006.Mizone merupakan minuman penambah konsentrasi yang tidak menyebabkan munculnya penyakit berbahaya seperti Lupus.Di tahun 2008 Mizone mengganti labelnya dengan label baru.

Yohanes Pauly,Marketing Director PT Tirta Investama dalam Press Conference menyatakan "Bahan pengawet yang terkandung dalam Mizone telah diperiksa oleh BPOM dan tidak menyebabkan Penyakit Lupus seperti yang selama ini diisukan.Kami berharap dengan adanya pencantuman Label baru ini,masyarakat tidak perlu merisaukan berita yan tak ada buktinya.Mizone sejak dulu hingga kini tetap aman dikonsumsi."

Mizone sebagai minuman Isotonik memiliki kualitas yang baik.Penjualan Mizone sejak tahun 2006 dapat mengalahkan para pesaingnya dengan inovasi sendiri.Mizone juga memiliki berbagai rasa buah baru.

PT.Tirta Investama adalah perusahaan yang telah berdiri selama 35 tahun dan memiliki lebih dari 14 anak perusahaan.Sejak bergabung dengan Danone,nama perusahaan yang memiliki tempat produksi di Jakarta ini telah menjadi lebih terkenal.Mizone merupakan salah produk andalannya. PT.Tirta Investama merencanakan akan memproduksi rasa baru Mizone atas permintaan masyarakat.

ENDS

Rina Rossandi, Press Officer

PT.Tirta Investama

081806557689

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami,silahkan hubungi:

Jecika Adam Tel:(021)5455565 Customer Service Manager Fax:(021)5455564

PT. Tirta Investama

Pulogadung Tanggal:14 Januari 2009

Jakarta Ref:Tirta 035/RR


 

Rencana 6 bulan

  1. Januari: Menarik produk Mizone dari pasaran.

    Produk Mizone yang lama ditarik dari pasaran untuk digantikan label yang baru sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh BPOM.

  2. Februari: Mengganti label Mizone, memproduksi Mizone dengan label baru
    Pada bulan ini kami akan memproduksi label baru untuk produk Mizone dengan mencantumkan bahan yang belum dicantumkan agar masyarakat dapat merasa tenang untuk mengkomsumsinya.
  3. Maret: Press Visit ke PT.Tirta Investama, membuat Press Release, Press Conference
    Setelah label Mizone diganti dengan label yang baru, maka kami akan mengundang wartawan yang telah ada di daftar kami untuk melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan Mizone, agar melalui pers masyarakat mengetahui bahwa kandungan di dalam Mizone aman untuk dikonsumsi, tidak seperti perkiraan masyarakat sebelumnya bahwa Mizone mengandung bahan yang berbahaya. Selain itu juga pers dapat turut serta ambil bagian dalam proses produksi ini. Di bulan ini juga, kami akan melanjutkan acara kami dengan melakukan press conference yang bertujuan menjelaskan kembali secara rinci mengenai produk Mizone ini agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas darimana asal Mizone ini serta kegunaannya. Kami juga akan melanjutkan sesi tanya jawab bagi pers jika dirasakan masih ada yang kurang jelas.


     

  4. April: Membuat advertisement tentang Mizone berlabel baru, Mendistribusikan Mizone berlabel baru ke pasaran

    Setelah acara press visit dan press conference, kami akan memulai membuat ads tentang label Mizone yang baru dibuat ini agar masyarakat di manapun bisa mengetahui kabar baik ini sehingga mereka dapat mengkonsumsi Mizone kembali. Adapun jalur above the line melalui televisi, radio dan print ad yang bertujuan membangun awareness Mizone di mata konsumen, dan kami juga akan memasang billboard di tempat-tempat yang strategis bisa di pinggir jalan, halte bus, maupun di badan bus-bus. Selain itu juga, di bulan ini kami akan mendistribusikan produk Mizone dengan label yang baru ke beberapa daerah seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bali, Jogjakarta, dsb. Mizone juga mendistribusikan penjualannya kekota-kota kecil seperti Magelang, Malang, Balikpapan, Maluku, Kupang, Batam, dsb. Hal ini dilakukan mizone agar dapat merebut pasar di Indonesia hingga ke daerah kecil sekalipun.

  5. Mei: Mendistribusikan Mizone berlabel baru ke pasaran

    Sampai bulan ini, Mizone tetap akan melakukan distribusi sampai ke pelosok daerah terkecil sekalipun agar tidak ada satu daerahpun yang terlewatkan.

  6. Juni: Melakukan kunjungan ke berbagai sekolah dan kampus di ibukota dan juga mensponsori Liga Basket Tingkat SMA

    Mizone turut mengedukasi pasar dengan pesan: Mizone merupakan minuman yang membantu konsentrasi dan membuatmu jadi be 100%. Salah satu konsep yang diusung mizone adalah harmonisasi atau keseimbangan hidup, seperti halnya produk ini yang mampu memyeimbangkan kebutuhan tubuh manusia. Salah satu kampanye promosi yang mengusung konsep untuk membagi-bagikan mizone secara gratis dikalangan para pelajar, mahasiswa ataupun para profesional yang banyak melakukan aktivitas yang dapat menguras tenaga selama seharian beraktivitas diluar rumah.

    Promosi lain, melakukan presentasi di lingkungan medis, sekolah dan klub olah raga. Termasuk, mensponsori kegiatan olah raga dan kesenian serta menyelenggarakan media gathering.


    Mizone at Dunia Fantasi

    Dufan, liburan, dan keramaian adalah tiga kata yang tidak dapat dilupakan. Karena itulah Mizone hadir ditengah kerumunan pengunjung yang sedang menikmati kunjungan mereka di wahana permainan Dunia Fantasi.

Mizone Goes to School and Campus

Pernahkah kamu melihat lapangan basket atau lapangan olahraga lainnya dihiasi oleh atribut mizone? Mizone hadir di berbagai kampus dan sekolah di Jakarta. Kami juga akan mensponsori Liga Basket Tingkat SMA dengan produk Mizone.

Mizone Roadshow Sampling

Event ini diadakan untuk memperkenalkan Mizone dengan label baru kepada para pelanggan di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Medan.


 


 


 


 


 


 


 

"MIZONE AMAN UNTUK DIKONSUMSI"

Saat ini merebak informasi dan iklan yang menyatakan bahwa Mizone mengandung zat-zat berbahaya termasuk natrium benzoate dan kalium sorbat. Mizone sebagai produsen minuman isotonik yang selalu mengutamakan kualitas dan keamanan produk, sangat menyesalkan adanya pernyataan-pernyataan dan iklan yang MENYESATKAN masyarakat tersebut.

Pernyataan dan iklan yang menyatakan bahwa natrium benzoate dan kalium sorbat berbahaya dan menyebabkab penyakit Lupus SAMA SEKALI TIDAK BENAR, TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, dan TIDAK DIDUKUNG OLEH BUKTI BUKTI ILMIAH.

Demikian pula mengenai informasi penarikan produk MIZONE dikarenakan produknya berbahaya adalah TIDAK BENAR. Penarikan produk MIZONE bukan karena isi produk, namun karena kesalahan pada label kemasan. Oleh karena itu berdasarkan persetujuan yang telah diberikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap label baru Mizone, kami telah memproduksi kemasan Mizone dengan label baru untuk memastikan konsumen mendapatkan informasi yang selengkap-lengkapnya. Produk Mizone dengan label baru tersebut saat ini sudah mulai disebarluaskan.

Pada tanggal 9 Desember 2006, kepala BPOM Dr. Husniah R. Thamrin Akib. MS, Mkes, SpFK mengeluarkan Surat Edaran Nomor KH.00.01.234.2470 yang menyatakan bahwa sesuai dengan Permenkes No. 722/Menkes/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan, bahwa natrium benzoat dan kalium sorbat diijinkan digunakan dalam makanan dan minuman serta aman dikonsumsi apabila digunakan sesuai dengan aturan penggunaan.

Seluruh bahan beserta jumlah pemakaiannya, termasuk pengawet yang digunakan pada Mizone dipastikan aman dan telah mengikuti kententuan BPOM RI.

Oleh karenanya, Mizone yang sudah mendapatkan persetujuan BPOM dengan BPOM RI MD 249213004552 (rasa Orange Lime) dan BPOM RI MD 249213003552 (rasa Passion Fruit), AMAN untuk dikonsumsi

Beberapa kajian ilmiah tentang natrium benzoat dan kalium sorbat

1 

Pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat secara luas digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman di Indonesia maupun di mancanegara sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. 

2 

FDA (Badan Administrasi Pangan dan Obat di Amerika Serikat), EU (Uni Eropa), FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB), WHO (Badan Kesehatan Dunia), serta Codex (Badan Standarisasi Pangan Internasional) yang menyatakan kedua pengawet tersebut AMAN digunakan dalam produk makanan dan minuman.

3 

Kedua bahan pengawet tersebut tidak menumpuk di dalam tubuh karena bahan tambahan pangan ini dapat dinetralkan dan dibuang melalui proses ekskresi (pembuangan melalui urine, keringat). (Winarno, 1997)

4 

Pengawet tersebut secara alami terdapat dalam rempah-rempah (misalnya cengkeh, kayu manis) dan juga terdapat dalam buah-buahan misalnya strawberry dan apel. (Larry Branen, et. Al., 1993)

Berdasarkan penjelasan diatas, jelas Mizone Aman Untuk Dikonsumsi.

Mizone dapat dikonsumsi seperti biasa tanpa harus merasa khawatir karena isu–isu yang ada.
So, be 100% to information!


 


 


 


 


 


 


 


 


 

PROBLEM SOLVING

  • Time Context        : November 2006


     

  • View Point        : Bagian produksi divisi packaging


     

  • Central Problem    : Mizone hanya mencantumkan 1 dari 2 jenis bahan pengawet yang digunakan pada label kemasannya.


     

  • Objectives

    Must: Mengklarifikasikan mengenai masalah yang sesungguhnya terjadi pada masyarakat.

    Want: Mengembalikan image dan nama besar perusahaan serta merebut kembali market share yang sempat turun.


     

  • Area of Consideration

    Internal: Memperketat pengawasan dan control terhadap bagian produksi divisi packaging serta memperketat Quality Control.

    Eksternal: menjadi sponsor dalam beragam kegiatan olahraga nasional dan membuat iklan promosi baru Mizone.


     

  • Alternatives Course of Action
  1. Mengembalikan image dan kepercayaan konsumen terhadap produk Mizone dengan jalan menarik produk Mizone dari pasaran. Produk Mizone yang lama ditarik dari pasaran untuk digantikan label yang baru sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh BPOM. Setelah itu membuat Press Conference dan Press Release untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada masyarakat. Kemudian langkah terakhir ialah membuat iklan promosi dengan tema baru.
  2. Menghentikan sementara kegiatan produksi Mizone.
  3. Memproduksi Mizone dengan rasa dan formula baru.

Alternative Course of Action No. 1

  • Action Plans
  1. Melakukan presentasi di lingkungan medis, sekolah atau universitas dan dunia olah raga mengenai produk Mizone.
  2. Melakukan kunjungan ke berbagai sekolah dan kampus untuk melakukan kegiatan promosi.
  3. Mensponsori berbagai kegiatan olahraga, gathering dan kegiatan outdoor berskala nasional.


 

Tugas Sosiologi

Nama: Roy Prabowo

NIM : 2007111047

Kelas : MKT 11-3C


 


 

5 Tipe Kelompok Sosial


 

•    W.G Summer

  1. In Group

Suatu kelompok sosial dimana individu - individunya mengidentifikasikan dirinya kedalam sebuah kelompok dan bersifat relatif dalam hal penentuan masuk kedalam suatu kelompok sosial atau tidak tergantung kepada situasi - situasi sosial tertentu.

Sikap In Group pada umumnya didasarkan kepada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat antar anggota - anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Contoh:

Penggunaan istilah - istilah "kami atau kita" dan "mereka", seperti:

1.    "Kita warga RT 001" sedangkan "mereka warga RT 002."

2.    "Kami mahasiswa Fakultas Hukum" sedangkan "mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi."

3.    "Kami pegawai negeri" dan "mereka pedagang."


 

  1. Out Group

Suatu kelompok yang pada setiap individunya selalu diartikan sebagai kelompok yang menjadi lawan dari In Group dimana hal tersebut ditandai dengan suatu kelainan yang terwujud dalam sikap antagonisme atau disebut juga antipati. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk dalam kebiasaan - kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik, apabila dibandingkan dengan kebiasaan - kebiasaan kelompok lainnya.

Contoh:

Sikap suatu kelompok etnis terhadap kelompok etnis lainnya yang dicontohkan sebagai golongan orang - orang berkulit putih terhadap orang - orang berkulit hitam [orang Negro] di Amerika Serikat.


 


 


 


 


 

    Charles Harton Cooley

  1. Kelompok Primer [Primary Group]

Kelompok - kelompok yang ditandai dengan melihat ciri - ciri dan saling mengenali antara anggota - anggotanya serta memiliki rasa kerja sama yang erat dan bersifat pribadi. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tersebut, maka dapat disimpulkan akan terjadinya sebuah peleburan individu - individu ke dalam kelompok - kelompok, sehingga tujuan individu dapat juga menjadi tujuan kelompok.

Contoh:

Seseorang dapat membeli rokok dari setiap pedagang rokok yang ada karena hal yang menjadi titik pusat yang dituju oleh orang tersebut yaitu rokok dan bukan orang yang menjual rokok tersebut. [kecuali hubungan primer tersebut terjadi dengan penjual rokok tersebut, maka hubungan dalam kualitas yang sama dan tidak mungkin dialihkan kepada penjual rokok lainnya.]


 


 

  1. Kelompok Sekunder [Secondary Group]

Kelompok - kelompok besar yang terdiri dari banyak orang dimana hubungannya tidak memerlukan adanya dasar pengenalan secara pribadi, dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.

Contoh:

Kontrak jual - beli yang pada akhirnya saling mengadakan kontak dalam hubungan dengan pihak - pihak yang berkaitan didalamnya menyangkut hak serta kewajiban yang dimiliki oleh masing - masing setiap pihak tersebut.


 


 


 


 


 


 


 


 


 

•    Ferdinand Tonnies

  1. Paguyuban [Gemeinshaft]

Bentuk kehidupan bersama di mana anggota - anggotanya diikat oleh sebuah hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal.

Contoh:

Bentuk kehidupan yang terjadi di dalam keluarga, kelompok, kekerabatan, rukun tetangga, rukun warga, arisan, dan lain - lain yang sangat menitikberatkan kepada sebuah hubungan kekeluargaan karena adanya rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan.


 

  1. Patembayan [Gesellshaft]

Ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, dan bersifat sebagai suatu bentuk yang hanya terbentuk dalam pikiran [imaginary] serta strukturnya yang bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dalam sebuah mesin.

Contoh:

Hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal - balik, sebagai contoh ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industri dan lain sebagainya.


 

  1. Formal Group

Kelompok - kelompok yang mempunyai peraturan - peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota - anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota - anggotanya.

Contoh:

Unit kepolisian lalu lintas yang terdiri dari bagian - bagian yang melakukan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah ditentukan sebelumnya seperti unit yang melakukan kegiatan lapangan, bagian administrasi, bagian logistik, bagian pemeliharaan kendaraan, bagian penyuluhan, dan lain - lain.


 

  1. Informal Group

Suatu ikatan dimana didalamnya tidak terdapatnya struktur dan organisasi tertentu yang sifatnya tetap dan pasti. Kelompok - kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan - pertemuan yang berulang kali dan menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan - kepentingan dalam hal sebuah pengalaman yang sama.

Contoh:

Pertemuan - pertemuan yang dilakuan oleh sebahagian kecil antar anggota yang sering timbul didalam kelompok - kelompok besar.


 


 


 

•    Robert K. Merton

  1. Membership Group

Kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut dimana batasan - batasan yang dipakai untuk menentukan keanggotaan seseorang pada suatu kelompok secara fisik, tidak dapat dilakukan secara mutlak yang disebabkan oleh perubahan - perubahan dari keadaan yang ada.

Contoh:

Partai politik yang menginginkan mempunyai pengikut yang sebanyak - banyaknya dalam hal penentuan tujuan mendapat dukungan dari masyarakat melalui proses tersebut.


 

  1. Reference Group

Kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang [dan bukan merupakan anggota kelompok] untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

Contoh:

  1. Anggota Angkatan Bersenjata yang berpegang teguh kepada tradisi yang telah dipelihara dari pihak - pihak sebelumnya yaitu oleh para veteran.
  2. Perbandingan status ekonomi seseorang dibandingkan dengan status ekonomi dari orang - orang lain di lingkungan masyarakat


 


 


 


 


 


 


 

  1. Kelompok Okupasional

Sebuah kumpulan yang membentuk sebuah kelompok dan terdiri dari orang - orang yang melakukan pekerjaan sejenis dimana dalam prakteknya kelompok - kelompok tersebut menjadi sangat besar peranannya di dalam hal pengarahan kepribadian seseorang [terutama yang menjadi anggotanya].

Contoh:

Kelompok profesi yang mengembangkan patokan - patokan dalam hal persyaratan pribadi yang lazim disebut sebagai etika profesi dimana apabila seseorang telah melakukan sebuah kesalahan, maka anggota yang lain yang akan menilainya.


 

  1. Kelompok Volonter

Orang - orang yang mempunyai kepentingan yang sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas daya jangkaunya sehingga pada akhirnya kelompok - kelompok tersebut akan dapat memenuhi kepentingan - kepentingan anggotanya secara individual tanpa menganggu kepentingan masyarakat secara umum.

Contoh:

  1. Kebutuhan sandang dan pangan.
  2. Kebutuhan keselamatan jiwa dan raga.
  3. Kebutuhan akan harga diri.
  4. Kebutuhan untuk dapat mengembangkan potensi diri.

Kebutuhan akan kasih sayang.

Kop London School of Public Relations


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

"Tipe – Tipe Lembaga Kemasyarakatan"


 


 


 


 

Prepared by:

Roy Prabowo / 2007110747

Class:

MKT 11 - 03 C


 

Introduction to Sociology

Lecture : Mr. Sherman Zein, M.Si


 

The London School of Public Relations Jakarta

2009

Tipe – Tipe Lembaga Kemasyarakatan


 

  1. Crescive institutions dan enacted institutions merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga – lembaga paling primer merupakan lembaga – lembaga yang secara tak disengaja tumbug dari adat istiadat masyarakat. Contohnya adalah hak milik, perkawinan, agama. Enacted institutions dengan sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga – lembaga pendidikan, yang semuanya berakar pada kebiasaan – kebiasaan dalam masyarakat. Pengalaman melaksanakan kebiasaan – kebiasaan tersebut kemudian disistematisasi dan diatur untuk kemudian dituangkan ke dalam lembaga – lembaga yang disahkan oleh negara.
  2. Dari sudut sistem nilai – nilai yang diterima masyarakat, timbul klasifikasi atas basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia, misalnya keluarga, sekolah – sekolah, negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang dianggap kurang penting seperti misalnya kegiatan – kegiatan untuk rekreasi. Ukuran yang dipakai untuk menentukan suatu lembaga kemasyarakatan dianggap sebagai basic atau subsidiary berbeda di masing – masing masyarakat. Ukuran – ukuran tersebut juga tergantung dari masa hidup masyarakat tadi berlangsung. Misalnya sirkus pada zaman Romawi dan Yunani kuno dianggap sebagai basic institutions.
  3. Dari sudut penerimaan masyarakat dapat dibedakan approved atau social sanctioned institutions dengan unsanctioned institutions. Approved atau social sanctioned institutions merupakan lembaga – lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat, walau masyarakat kadang – kadang tidak berhasil memberantasnya. Misalnya kelompok penjahat, pemeras, pencoleng.
  4. Pembedaan antara general institutions dengan restricted institutions timbul apabila klasifikasi tersebut didasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya agama merupakan suatu general institutions, karena dikenal oleh hampir semua masyarakat dunia. Sementara itu, agama islam, protestan, katolik, buddha merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakat – masyarakat tertentu di dunia ini.
  5. Berdasarkan fungsinya, terdapat pembedaan antara operative instituions dan regulative institutions. Operative institutions berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola – pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misalnya lembaga industrialisasi. Regulative institutions, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata cara kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Suatu contoh adalah lembaga – lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan.


Reference Book : Leadership by The Book

Author: Kenneth Blanchard

Buku ini saya sengaja pilih karena merefleksikan kembali makna kepemimpinan yang sejati. Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership) yang terdiri dari tiga aspek yaitu, HATI yang melayani (servant HEART), KEPALA atau pikiran yang melayani (servant HEAD), dan TANGAN yang melayani (servant HANDS).

Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan)
Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya.
Menurut Ken Blanchard, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani, yaitu:
Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.
Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.

Kepala Yang Melayani (Metoda Kepemimpinan)
Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metoda kepemimpinan yang baik. Hal ini karena mereka tidak memiliki metoda kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.
Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan metoda kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah formal. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dan sebagainya), melakukan kegiatan sehari-hari (monitoring dan pengendalian), dan mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.

Tangan Yang Melayani (Perilaku Kepemimpinan)
Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metoda kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard tersebut disebutkan ada empat perilaku seorang pemimpin, yaitu:
Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpinnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan Firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuatnya.
Pemimpin sejati fokus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tetapi untuk melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.
Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dan sebagainya.
Setiap hari senantiasi menselaraskan (recalibrating) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesama. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa) dan scripture (membaca Firman Tuhan).
Jadi, seorang pemimpin adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya sendiri dengan baik, memiliki spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.


 

Nama    : Roy Prabowo

NIM    : 2007110747

Kelas    : Marketing 11 – 3C


 


 


 


 


 


 

Prepared by:

Roy Prabowo / 2007110747


 

Class: MKT 11- 3C

Desktop Publishing

Lecture : Mr. Yusuf Gani


 

The London School of Public Relations Jakarta

2008

KATA PENGANTAR

Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa,     Dosen, dan Keluarga saya karena oleh berkatnya saya dapat menyelesaikan tugas Desktop Publishing ini dengan sebaik – baiknya. Harapan besar akan kritik dan saran dalam tugas ini sangat saya butuhkan sehingga menjadi bahan referensi bagi saya untuk berbuat yang lebih baik lagi kedepan dalam pembuatan design ini.


 

  1. LATAR BELAKANG :

    Saya memilih usaha di bidang florist (bunga dan tanaman hias) dikarenakan di dalam dunia nyata, saya memiliki impian guna menjalankan sebuah usaha florist di Jakarta karena hobby saya adalah di dunia flora, baik bunga dan tanaman hias. Jauh daripada itu, saya selaku Mahasiswa pelajar STIKOM London School of Public Relations yang mengambil jurusan marketing berpendapat bahwa usaha di bidang "FLORIST" memiliki prospek cerah di kehidupan nyata.


 

  1. Company Profile :

Nama Perusahaan: RY FLORIST

Jenis – jenis Produk: Bunga, Tanaman Hias, Flower Bouquet, dll

Nama Produk: RY Florist

Tipe / Jenis Produk : Produk dan Jasa

Target Market : Orang Dewasa, Kaum Muda serta para Professional

Gender: Pria dan Wanita

Age : Segala Usia

Social Status : Minimum B up to A

Occupation : Ibu Rumah Tangga, Pelajar, Eksekutif

Demographic : Kota Besar (Jakarta) dan sekitarnya

Lifestyle : Kaum Urban dan Awam

Product Image : Average up to High quality with a competitive Quality Control


 

  1. BACKGROUND :

Latar belakang perusahaan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan karangan bunga maupun tanaman hias baik untuk keluarga maupun perkantoran dan acara – acara resmi maupun tidak resmi dan juga untuk berkompetisi dengan para competitor florist lainnya..


 

  1. OBJECTIVE:

Ry Florist dapat diterima masyarakat dan menjadi salah satu tujuan bagi masyarakat dalam mencari bunga dan tanaman hias serta membuat nama Ry Florist menjadi sala satu Brand Florist terkemuka di Jakarta.


 

  1. Analisis 5W1H:

Why ? karena Ry Florist menyediakan segala jenis bunga dan tanaman hias yang lengkap dengan harga yang bersaing bagi para konsumennya.

When Ry Florist ? kapanpun anda membutuhkan jasa florist untuk berbagai jenis event, Ry Florist siap melayani.

What ? adalah perusahaan dibidang Produk dan Jasa Florist

Where ? Jl. Bougenville Raya No.12 – Jakarta Utara 17680

Who ? Orang Dewasa, Kaum Muda, Ibu Rumah Tangga, dan para Professional yang bergaya hidup modern.

How ? Dengan memberikan layanan servis A La Carte maupun pemesanan Via Telepon 24 jam/hari dalam seminggu


 


 

  1. SWOT :

Strength :

  • Ketersediaan Bunga dan Tanaman Hias yang lengkap
  • Pelayanan 24 jam yang siap melayani
  • Toko terletak di lokasi yang strategis (segitiga emas Jakarta)
  • Layanan antar yang baik

Weakness :

  • Belum adanya cabang di tempat lain guna memenuhi kebutuhan konsumen yang tinggal di luar kota

Threats :

  • Kompetitor di dunia Florist sudah banyak
  • Pasokan impor bunga dari luar negeri yang terkendala musim dan cuaca
  • Permintaan Bunga dan Tanaman Hias adalah permintaan musiman

Opportunities :

  • Tingginya animo pasar akan kebutuhan Bunga dan Tanaman Hias
  • Masi ada market di luar kota yang belum dijamah
  • Jasa perawatan untuk bunga belum banyak, sehingga bisa menjadi salah satu peluang usaha


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

  1. COMPANY LOGO :


  1. Philosophy & Color Logo :

4 (empat) kotak melambangkan warna warni bunga dan tanaman yang diwakili oleh warna ungu, merah muda, kuning serta hijau. Lalu ada tulisan "florist" sebagai penguat bahwa perusahaan ini bergerak di dalam dunia florist dengan diwakili oleh gambar tanaman dan bunga di kotak hijau dan kuning serta warna tosca dalam tulisan "florist" yang menambah kesan cerah.

  1. FONT :

Old Dreadfull NO 7 BT , dipakai karena font ini memiliki display dan karakter huruf yang unik dalam mewakili logo perusahaan ini.